Pages

Showing posts with label abon marlin. Show all posts
Showing posts with label abon marlin. Show all posts

Wednesday, 6 November 2013

Proses Pembuatan Abon Ikan



Abon ikan bisa menjadi salah satu pilihan olahan jika Anda memiliki banyak ikan dan bingung mau diolah menjadi apa? Nah berikut ini sedikit gambaran proses pembuatan abon ikan yang bisa dicoba di rumah.

1.   Pemilihan bahan baku
Bahan yang digunakan untuk membuat abon ikan, usahakan adalah ikan yang masih segar dengan ukuran yang cukup besar, sehingga dagingnya lebih banyak dan didapatkan konversi yang lebih tinggi.

2.   Penyiangan ikan
Setelah didapatkan ikan dengan kualitas yang baik, segera masuk ke proses penyiangan/pembersihan ikan. Proses penyiangan ini bertujuan untuk membuang kulit, kotoran dan duri ikan sehingga hanya didapatkan daging ikan yang siap diolah. Cuci daging ikan hingga bersih, beri perasan jeruk lemon atau cuka untuk menghilangkan bau amis.

3.   Perebusan
Daging yang sudah bersih kemudian dikukus hingga daging ikan benar-benar matang.

4.   Pengepresan I
Daging yang sudah matang dimasukkan ke dalam mesin pres untuk melalui tahap pengepresan. Tahapan ini bertujuan untuk menghilangkan kandungan air dalam daging ikan.

5.   Pencabikan
Selanjutnya daging ikan dicabik-cabik, proses ini bisa menggunakan tangan dan bantuan garpu.

6.   Pemberian bumbu dan santan
Daging ikan yang telah dicabik-cabik dicampur dengan bumbu dan santan yang telah disiapkan sebelumnya.

7.   Penggorengan
Lakukan proses penggorengan ini hingga campuran daging ikan dan bumbu tadi mengering, pastikan warna dan tekstur abon ikan sesuai dengan yang dikehendaki.

8.   Pengepresan II
Abon ikan kemudian dipres sekali lagi untuk menghilangkan kandungan minyak.

9.   Pengemasan
Abon ikan yang telah kering siap untuk dikemas.

Saat ini sudah banyak teredia di pasaran berbagai jenis abon ikan seperti abon ikan tuna dan abon ikan marlin merk BENTEN.

Sunday, 6 October 2013

Tips Menghilangkan Bau Amis Ikan



Ikan sangat identik dengan bau amis yang menyengat dan bagi sebagian orang sangat mengganggu, bahkan menjadi tidak berselera untuk makan. Tetapi sebenarnya bau amis ikan ini dapat diatasi dengan penanganan yang benar.

Beberapa jenis ikan memiliki tingkat amis yang cukup menyengat dan membutuhkan tindakan ekstra sebelum mulai mengolahnya. Misalnya saja ikan yang sering dijadikan sebagai abon ikan seperti ikan lele, ikan tuna dan ikan marlin.

Yang sudah banyak digunakan, mudah didapatkan dan ampuh sebagai penghilang bau amis adalah jeruk nipis dan cuka.

Caranya adalah bersihkan ikan dari sisik dan kotoran/isi perutnya, kemudian kerat/potong sesuai selera. Kemudian lumuri ikan dengan perasan jeruk nipis atau cuka hingga rata. Diamkan beberapa saat (10-15 menit), setelah bau amis tidak tercium, ikan siap diolah.

Untuk menghilangkan bau amis yang tertinggal pada wadah yang tadi kita gunakan untuk menyimpan ikan, dapat dilakukan dengan menggosok tempat tersebut dengan cuka kemudian kita cuci dengan deterjen atau sabun cuci piring.

Nah, untuk bau amis yang menempel di tangan, kita bisa membalurkan ampas kopi yang dicampur air lemon, remas remas pada tangan lalu diamkan beberapa saat dan bilas seperti biasa dengan sabun. Hasilnya tangan bersih dan bau amis pun hilang.

Kalau tidak mau repot dengan bau amis, Anda bisa mencoba mengkonsumsi abon ikan yang dijamin enak dan bebas bau amis. Sekarang sudah ada abon ikan tuna dan abon ikan marlin dengan varian rasa manis, gurih dan pedas.

Tuesday, 24 September 2013

Mengenal Lebih Jauh Ikan Marlin



Ikan marlin termasuk dalam keluarga Istiophoridae. Ikan marlin biasa juga disebut dengan ikan pedang/swordfish, ikan todak dan ikan layaran. Jenis dari Ikan marlin ada beberapa macam, diantaranya: Ikan marlin biru, Ikan marlin loreng, Ikan marlin hitam.


Ikan marlin merupakan salah satu ikan terbesar di dunia. Ukuran dari jenis betinanya, secara signifikan lebih besar dari yang jantan, dapat mencapai panjang hingga 5 meter dan berat lebih dari 900 kilogram. Ukuran rata-rata cenderung berada di kisaran 3.4 meter dan berat 91 hingga 181 kilogram.


Berasal dari perairan tropis dan subtropis dari Samudra Atlantik, Pasifik, dan Hindia; Ikan marlin adalah salah satu yang paling dikenal dari semua ikan. Dengan sirip punggung yang tegas dan panjang, mematikan, dan rahang atas berbentuk tombak.


Mereka sering berpindah tempat, dan akan mengikuti arus laut hangat selama ratusan hingga ribuan kilometer.


Ikan marlin lebih suka dengan suhu yang lebih tingggi dari permukaan air, makan mackerel dan tuna, tetapi juga akan menyelam ke dalam untuk memakan cumi. Mereka adalah salah satu ikan tercepat di laut.


Dikenal sebagai ikan yang memberikan perlawanan yang luar biasa ketika terpancing, membuat marlin menjadi ikan favorit para pemancing. Daging mereka dianggap lezat, terutama di Jepang, di mana ia disajikan mentah sebagai sashimi.



Berikut ini beberapa jenis ikan marlin:



1.    Striped Marlin/ Marlin Loreng



Jenis Marlin loreng bisa mencapai panjang 4.2 meter dan berat hingga 200 kg.

Tubuh Marlin loreng lebih padat dibandingkan dengan Marlin lain yang memiliki tubuh lebih bulat. Sirip punggungnya tinggi runcing sama atau bahkan melebihi lebar tubuh dan sirip dadanya dapat dilipat rata pada tubuh.



Marlin loreng memiliki rahang panjang lebih rendah dibandingkan spesies Marlin lainnya dan menampilkan 12 sampai 16 garis vertikal biru terang di sepanjang tubuh, yang cenderung tetap meskipun ikan tersebut sudah mati. Marlin Loreng berwarna ungu-biru pada bagian atas dan putih keperakan di bagian samping. Marlin loreng memakan ikan permukaan seperti cumi, ikan teri dan selar.



2.    Blue Marlin/ Marlin Biru




Marlin biru bisa mencapai panjang hingga 5 meter. Marlin biru betina bisa mencapai berat lebih dari 900 kg, sedangkan yang jantan hanya sekitar 170 kg.



Marlin biru memiliki paruh runcing dan panjang serta sirip dada yang tidak kaku yang dapat dilipat pada tubuhnya.  Bagian belakang/punggung ikan berwarna biru kobalt, dan putih keperakan pada setengah bagian bawah tubuh. Sekitar 15 garis biru pucat dapat dilihat di sepanjang tubuh, yang mana akan memudar setelah ikan mati. Mereka memakan cumi-cumi dan ikan, khususnya spesies tuna.



3.    Black Marlin/ Marlin Hitam





Marlin hitam dapat tumbuh hingga mencapai panjang 5 meter dan berat hingga 700 kg. Ukuran yang jantan lebih kecil dari betina.

Mereka memiliki paruh yang panjang dan runcing, serta sirip punggung yang dapat ditarik dan sirip dada yang kaku, yang tidak dapat menempel sisi tubuh. 

Nama dari Marlin hitam berasal dari warna ikan tersebut ketika sudah mati. Tidak seperti Marlin biru dan Marlin loreng, Marlin hitam tidak memiliki bercak atau garis di sepanjang tubuhnya. Marlin hitam suka memakan ikan selar, tuna dan ikan layang. Marlin hitam biasanya tidak berbahaya, tetapi telah dikenal sebagai penyerang kapal dan benda-benda mengambang dengan menusuk mereka dengan paruhnya.